Tempat Bersejarah di Jakarta yang sudah Punah

Saat ini pembangunan di kota Jakarta semakin berkembang pesat. Selain itu, bertambahnya penduduk Jakarta, baik penduduk asli maupun pendatang membuat kota ini tambah padat dan jelas membutuhkan lahan lebih untuk dijadikan pemukiman penduduk. Pembangunan yang berkembang di sebuah kota memang baik, tapi terkadang hal ini bisa berpengaruh terhadap situs dan bangunan bersejarah di kota ini. Berikut ini beberapa bangunan bersejarah yang sudah runtuh karena perkembangan jaman:

  • Hotel Des Indes

Mungkin banyak yang belum tahu bahwa di Jakarta pernah berdiri hotel termewah se Asia pada jamannya, yaitu hotel Des Indes. Hotel ini dulu berlokasi di Jalan Gajah Mada Jakarta Pusat. Mulai di bangun pada Tahun 1829 pada masa penjajahan Belanda dan awalnya bernama Hotel de Provence. Hotel ini mengalami beberapa kali perubahan nama sampai akhirnya bernama Hotel De Indes pada tahun 1856 sampai tahun 1960. Hotel ini mulai berkembang sejak tahun 1860 dibawah kepemilikan Louis George Cressonnier. Setelah Indonesia merdeka, hotel ini di ambil alih oleh pemerintah Indonesia. Pada Tanggal 7 Mei 1949 Perjanjian Roem Royen di tandatangani di hotel ini. Pada tahun 1960 nama hotel ini menjadi Hotel Duta Indonesia dan diruntuhkan pada Tahun 1971 untuk pembangunan pertokoan Duta Merlin.

  • Societeit Harmoni

Bagi kalian yang sering naik Transjakarta pasti tidak asing dengan nama Harmoni. Daerah tersebut di katakan Harmoni karna dulu pernah berdisi sebuah bangunan bersejarah yang bernama Gedung Harmoni, atau Societeit Harmoni. Awalnya gedung ini merupakan benteng pertahaan bernama Rijswijk dan mengalami kerusakan pada tahun 1740. Pada Tahun 1810 masa pemerintahan gubernur Jenderal Daendels kawasan harmoni mulai dibenahi termasuk gedung ini. Gedung Harmoni resmi di buka pada bulan Agustus 1868. Gedung ini berfungsi sebagai tempat mengobrol, minum, main kartu atau billiard. Gedung ini terkenal sebagai tempat paling rileks di Batavia. Namun pada masa orde baru tepatnya tahun 1985 gedung ini di hancurkan untuk di jadikan lapangan parkir sekertariat negara.

  • Benteng Frederik Hendrik

Benteng ini di bangun pada tahun 1834 oleh Gubernur Jenderal Van Den Bosch dan berlokasi di Taman Wilhelmina. Dijaman Belanda, benteng ini selalu di jaga oleh tentara, dan pada pukul 05.00 dan 20.00 selalu terdengar bunyi meriam. Namun bangunan ini telah di hancurkan dan kemudian di ganti dengan Masjid Istiqlal yang dimulai pembangunannya pada tahun 1961.

Leave a Reply

%d bloggers like this: