Bagaimana Sistem Pencairan Double Claim Asuransi?

Pernahkah Anda mendengar istilah double claim? Sebenarnya, sudah banyak perusahaan asuransi yang memiliki fasilitas ini untuk para pemegang asuransinya. Sayangnya, karena banyak yang kurang paham sehingga mereka tidak memanfaatkan fasilitas ini dan hanya mengandalkan salah satu asuransi kesehatan yang dimilikinya saja. Padahal, fasilitas ini bisa memberikan manfaat yang cukup besar, loh!

Double claim adalah manfaat asuransi yang akan memberikan pertanggungan biaya pengobatan yang tidak ditanggung oleh asuransi pertama. Misalnya, Anda adalah memiliki 2 asuransi kesehatan sekaligus, pada saat Anda

insurance

insurance

berobat pastinya Anda hanya bisa menggunakan salah satu asuransi saja untuk membiayai pengobatan yang dilakukan. Dengan adanya manfaat double claim pada asuransi kedua, maka Anda bisa mengajukan klaim atas biaya yang tidak ditanggung oleh asuransi pertama. Tentunya, selama hal tersebut masih sesuai dengan plan dan juga berada dalam lingkup pertanggungan asuransi kedua.

Lalu, bagaimanakah cara pengajuannya?

Hal pertama yang harus Anda perhatikan apakah dua asuransi kesehatan yang Anda miliki berasal dari perusahaan asuransi yang berbeda. Sebab, hal tersebut akan mempengaruhi bagaimana proses pengajuan klaim yang harus Anda lakukan. Meskipun begitu, tidak perlu khawatir karena Anda tetap bisa dengan mudah melakukan klaim asuransi kesehatan baik dalam satu perusahaan asuransi maupun berbeda.

  • Asuransi sama

Jika Anda memiliki asuransi darui perusahaan asuransi yang sama, maka terkadang Anda bisa langsung memanfaatkan sistem cashless asuransi Anda saat berobat. Jadi, Anda tidak perlu repot mengurus dokumen atau mengajukan klaim. Namun, hal ini hanya berlaku jika Anda menggunakan dua asuransi dan semuanya memiliki sistem cashless. Sementara, jika asuransi kedua Anda memiliki sistem reimburse, Anda bisa mengikuti langkah pada poin kedua.

  • Asuransi berbeda

Ada beberapa langkah yang harus Anda lakukan, antara lain:

  1. Mintalah keterangan pada rumah sakit tindakan atau apa sajakah yang tidak ditanggung oleh asuransi pertama
  2. Sama halnya dengan sistem reimburse, ada formulir yang harus diisi mengenai hasil diagnosa oleh dokter Anda. Agar Anda tidak repot bolak-balik, ada baiknya jika Anda membawa formulir ini setiap kali berobat.
  3. Pelajari baik-baik isi polis khususnya terkait pengajuan klaim ini. Apa saja formulir yang harus diisi dan dibawa.
  4. Setelah semua dokumen siap, Anda bisa datang ke perusahaan asuransi untuk mengajukannya.

Jika Anda mengalami kesulitan atau masih merasa kurang paham dengan fasilitas double claim, Anda bisa menanyakan pada agen asuransi tempat Anda membeli polis, mengenai fasilitas ini. (Vita)

Sudah Miliki Asuransi Kesehatan, Haruskah Tetap Siapkan Dana Darurat?

Terkadang banyak orang yang salah kaprah. Mentang-mentang sudah memiliki asuransi kesehatan, mereka tidak lagi mengutamakan dana darurat untuk kesehatan. Memang benar, ketika terjadi kerugian terkait dengan masalah kesehatan, Anda bisa mengajukan Allianz klaim asuransi. Namun, biasanya ada beberapa pelayanan yang tidak akan ditanggung oleh asuransi kesehatan. Di saat seperti inilah dana darurat berperan penting dalam kehidupan Anda. Selain itu, masih ada beberapa alasan lain yang mungkin bisa mengingatkan Anda betapa pentingnya untuk menyiapkan dana darurat setiap saat.

  • Asuransi kesehatan saja tidak cukup

Seperti yang telah dijelaskan di atas, meskipun asuransi kesehatan dapat memberikan perlindungan saat Anda mengalami kerugian finansial karena faktor kesehatan tapi biasanya asuransi kesehatan tidak akan meng-cover semua pelayanan kesehatan.

Mungkin hal ini tidak akan menjadi masalah ketika kerugian yang Anda alami hanya sedikit. Namun, yang namanya risiko akan selalu ada dan tidak ada yang tahu kapan kita membutuhkan dana yang besar untuk membayar biaya kesehatan.

Apalagi jika Anda hanya mengandalkan asuransi kesehatan yang Anda dapatkan dari kantor, “jatah” yang diberikan kepada tiap-tiap karyawan biasanya berbeda, sesuai dengan jabatan dan profesi Anda. Tentunya akan jadi masalah jika ada beberapa pelayanan dan obat yang tidak ditanggung oleh pihak asuransi.

  • Kemungkinan jatah uang pertanggungan habis di tengah jalan

Alasan selanjutnya mengapa Anda tetap harus mempersiapkan dana darurat untuk kesehatan meskipun telah memiliki asuransi, yakni kemungkinan “jatah” yang bisa habis di tengah jalan. Misalnya Anda memiliki jatah uang pertanggungan sebesar Rp50 juta selama satu tahun tapi ternyata terjadi hal yang tidak diinginkan dan Anda terpaksa menghabiskan semuanya di tengah jalan. Kalau sudah begini, Anda tidak lagi bisa mengandalkan pertanggungan asuransi kesehatan. (source: finance.detik.com)

Tentunya tidak ada yang mau mengalami hal buruk yang menimpa kesehatan. Namun yang namanya kehidupan, pasti akan selalu ada risiko. Karena itu, Anda harus selalu siap sedia, terutama dalam melindungi kesehatan. Tak ada salahnya untuk menabung dan mempersiapkan dana darurat untuk berjaga-jaga, bukan?

Namun pada akhirnya cara utama yang bisa Anda gunakan untuk menjauhi risiko-risiko penyakit adalah dengan membiasakan diri dan keluarga gaya hidup sehat. Hindari kebiasaan-kebiasaan yang bisa menimbulkan penyakit berbahaya, contohnya mengetahui beberapa fakta untuk menghindari penyakit hepatitis atau penyakit kritis lainnya! Semoga bermanfaat! (Rima)

 

Klaim Asuransi Tidak Akan Diproses Jika 4 Penipuan Ini Terbukti

Pernah merasa bahwa proses melengkapi dokumen yang dilakukan untuk mendapatkan klaim asuransi cenderung merepotkan? Namun jangan salah, banyaknya data yang perlu diisi pada formulir dan kelengkapan dokumen ketika hendak mengajukan klaim asuransi di Allianz Indonesia atau asuransi manapun dilakukan demi kepentingan dan keamanan bersama.

Tentunya Anda pernah mendengar istilah insurance fraud atau penipuan asuransi bukan? Nah, pihak asuransi akan berusaha semaksimal mungkin agar tidak terjebak dalam kasus penipuan tersebut. Jadi, wajar saja kalau mereka meminta berbagai data dan dokumen sebelum mencairkan klaim asuransi. Berikut inilah beberapa kasus penipuan

klaim asuransi

klaim asuransi

asuransi yang umum terjadi.

  • Memanipulasi klaim

Dalam kasus penipuan ini, pelaku dengan sengaja merekayasa klaim sehingga pihak asuransi akan melakukan pertanggungan. Misalnya pada asuransi kecelakaan diri, pihak tertanggung bisa saja sengaja mencelakai diri sendiri demi mendapatkan cover dari pihak asuransi. Atau dalam asuransi jiwa, fraud yang umum terjadi adalah faked death atau kematian palsu. Ahli waris bisa saja merekayasa kematian pemegang polis sehingga klaim dapat dicairkan.

  • Memalsukan data atau dokumen

Ketika pihak tertanggung memalsukan formulir dan dokumen pendukung, berarti ia sudah melakukan penipuan asuransi. Pada kasus ini, pelaku mungkin bekerja sama dengan pihak tertentu untuk memalsukan dokumen. Misalnya pada asuransi kesehatan, pelaku bisa saja memberikan surat keterangan dokter yang palsu untuk mendukung proses klaim asuransi.

  • Memanipulasi diagnosa

Bahkan jika pemegang polis kesehatan memang benar jatuh sakit, masih ada modus penipuan yang mungkin dilakukan, yaitu manipulasi diagnosa. Pelaku bisa bekerja sama dengan pihak rumah sakit untuk memanipulasi diagnosa dan menaikkan tingkatan jenis tindakan medis yang dilakukan. Dengan demikian, biaya yang perlu ditanggung pihak asuransi pun menjadi lebih tinggi.

  • Memalsukan invoice

Selain itu, ada juga pelaku penipuan yang mencoba mendapatkan keuntungan lebih dengan memalsukan invoice. Biasanya nilai pembelian pada invoice tersebut dibesar-besarkan, sehingga pihak tertanggung dapat meraup keuntungan dari klaim yang diberikan pihak asuransi.

Itulah beberapa penipuan asuransi yang dilakukan demi mendapatkan keuntungan dari klaim asuransi. Padahal, jika pihak asuransi dapat mendeteksi penipuan ini, mereka tentu tidak akan menurunkan klaim. Namun, jika klaim sudah terlanjur diberikan tetapi kemudian terbukti adanya penipuan, pelaku kriminal dapat terkena sanksi hukum yang berat.

 

Prosedur Pengajuan Klaim Asuransi Perjalanan

Asuransi perjalan merupakan salah satu hal yang harus dipersiapkan saat ingin liburan ke luar negeri. Dengan memiliki asuransi ini, kita dapat melindungi diri serta harta kita dari kehilangan saat berlibur dengan mudah. Nah, buat Anda yang merasa jika pengajuan klaim tersebut terasa sangat sulit padahal sudah menyertakan data lengkap sesuai dengan kesepakatan yang ditetapkan saat pertama beli asuransi perjalanan online, mungkin ada beberapa hal yang terlewatkan. Tentu, jika beberpa hal penting ini dilupakan atau terlewatkan, maka tidak heran bilamana pengajuan klaim pun akan ditolak langsung oleh perusahaan asuransi.

Untuk itu, pada saat melakukan pengajuan klaim asuransi, penting bagi Anda untuk mengikuti berbagai prosedur

asuransi perjalanan

pengajuan klaim berikut ini. Dengan mengikuti prosedur ini, maka pengajuan asuransi perjalanan pun akan semakin dipermudah. Yuks, kita simak pembahasannya!

  1. Lapor ke pihak asuransi. Supaya pengajuan klaim asuransi ini diterima oleh perusahaan asuransi, maka ada baiknya Anda harus melaporkan langsung kejadian tersebut ke pihak asuransi. Sebab, menunda pelaporan, hanya menimbulkan kerugian untuk Anda. Hal ini karena jika pelaporan dilakukan melebihi waktu yang sudah ditentukan (5×24 jam), biasanya kerugian yang disebabkan oleh kecelakaan dalam perjalanan pun dianggap sudah kadaluarsa. Maka dari itu, jangan menunda untuk mengajukan klaim ini.
  2. Isi formulir. Apabila sudah menyerahkan bukti penting, berikutnya Anda pun harus mengisi formulir yang diberikan oleh perusahaan asuransi. Isi formulir ini sesuai dengan data yang tertera di dalam polis asuransi. Jika terdapat perbedaan, biasanya pengajuan klaim pun terkadang tidak akan diterima oleh pihak asuransi. Untuk itu, penting bagi Anda untuk mengisinya secara benar dan lengkap.
  3. Serahkan seluruh dokumen penting. Selanjutnya, yang bisa Anda lakukan adalah menyerahkan segala dokumen penting berupa bukti kecelakaan maupun kehilangan. Baik itu, surat yang diberikan oleh Dokter rumah sakit, bukti dari pihak perjalanan yang menyatakan Anda memang mengalami kecelakaan, surat tanda kehilangan, dan sebagainya. Dengan melakukan ini, biasanya pengajuan klaim pun akan segera ditindaklanjuti oleh perusahaan asuransi.
  4. Jika perlu, sertakan tanggung jawab dari pihak ketiga. Agar pengajuan klaim tidak ditolak, alangkah baiknya Anda menyertakan tanggung jawab dari pihak ketiga. Entah itu, berupa dokumen ataupun membawa langsung pihak ketiga tersebut. Dilakukannya cara ini, biasanya akan semakin mempermudah Anda saat pengajuan klaim, dan penolakan pun terkadang bisa diminimalisir.

Begitu cara mudah mengajukan prosedur pengajuan klaim asuransi ke pihak asuransi. Semoga membantu. –SH–

Pentingnya Asuransi Rumah di Indonesia

Kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya sebuah asuransi masih sangat minim, contohnya adalah kesadaran akan pentingnya asuransi rumah. Banyak asuransi rumah yang ada saat ini adalah karena berasal dari pengajuan KPR (Kredit Pemilikan Rumah), bukan berasal dari diri sendiri.

Mengapa Asuransi Rumah?

Musibah Gempa dahsyat 9 SR yang melanda Jepang tahun lalu dapat menjadi sebuah contoh yang berharga bahwa perlunya proteksi (asuransi rumah) sebagai jaminan kita. Gempa bumi dan Tsunami yang terjadi di Jepang menyebabkan industri asuransi dunia harus mengeluarkan dana sebesar US$60 miliar (sekitar Rp526,3 triliun) lebih .Hal ini tentu saja membuat kerugian Gempa bagi masyarakat Jepang dapat diminimalisir.

Meski tidak serawan Jepang, Indonesia juga kemungkinan akan tetap menghadapi ancaman bencana gempa sewaktu-waktu karena letak Indonesiayang secara astronomis berada di 60 LU-110 LS dan 950 BT-1.410 BT menempatkan area negeri ini pada sejumlah wilayah rawan bencana.

Asuransi Rumah

Asuransi Rumah

Selain bencana diatas, beberapa hal ini yang menjadi alasan kita perlu mengasuransikan rumah:

1. Selain gempa, musibah yang sangat dekat dengan properti kita adalah bencana banjir dan kebakaran. Dengan asuransi, saat rumah terkena risiko yang tercantum dalam polis asuransi rumah, kita akan memperoleh ganti rugi secara finansial.

2. Biaya pembersihan puing bangunan atau biaya arsitek dan biaya surveyor untuk merenovasi rumah atau membangun rumah (sesuai dengan jenis pertanggungan yang ada dalam polis) akan dapat kita peroleh pascamusibah.

3. Kita juga akan memperoleh layanan purnajual yang maksimal, seperti pemeriksaan gratis kondisi bangunan, informasi terbaru dari pihak asuransi, serta informasi prakiraan nilai inflasi saat pemberitahuan perpanjangan polis.

Melihat hal tersebut diatas, maka asuransi rumah adalah hal yang sangat dianjurkan untuk memberikan proteksi pada properti kita. (Mew)