Sejarah Kelam Museum Fatahillah Jakarta

Warga Jakarta pasti kenal dong dengan Museum Fatahillah? Yah, meskipun mungkin belum sempat bermain ke sana, tapi setidaknya pasti pernah mendengar namanya, bukan? Museum ini memang merupakan salah satu museum paling terkenal di kota Jakarta, dan menjadi salah satu tujuan wisata utama bagi yang senang dengan sejarah. Bahkan, banyak dari para wisatawan ini yang rela menempuh perjalanan cukup panjang, karena menginap di Jakarta Hotel yang berlokasi jauh dari museum ini.

Museum ini berlokasi di Jalan Taman Fatahillah No. 1, Jakarta Barat. Sama seperti museum pada umumnya, di dalamnya juga terdapat banyak sekali benda dan catatan sejarah mengenai kota Jakarta dan berbagai hal lainnya. Salah satunya yaitu sejarah Kota Jakarta sendiri. Namun, sebenarnya tidak hanya koleksi di dalam museum ini saja yang menjadi daya tarik museum ini, melainkan sejarah dari bangunan

museum fatahillah

                            museum fatahillah

yang dijadikan museum ini. Sebuah kejadian kelam dan menakutkan yang mungkin tidak akan pernah terbayangkan pernah terjadi di sana.

Bangunan ini pertama kali dibangun pada sekitar tahun 1620, hanya saja kondisi tanah yang cukup labil membuat bangunan ini sempat anjlok beberapa kali. Hingga akhirnya bangunan ini berhasil didirikan dan kemudian diresmikan pada tahun 1710. Dari sejak berdiri hingga saat ini, gedung ini sudah memiliki beberapa peralihan fungsi. Namun, fungsi yang paling mengerikan terjadi pada zaman penjajahan Belanda.

Pada masa itu (abad ke-17 hingga 19), bangunan ini berfungsi sebagai balai kota dan merupakan tempat berkumpulnya masyarakat untuk melakukan berbagai aktivitas. Selain itu, terdapat sebuah mata air satu-satu di halaman depan, yang dijadikan sebagai sumber air masyarakat umum. Sebab itulah setiap sore mereka akan berkumpul untuk mengambil air di sini. Terdengar normal bukan? Eits, jangan keburu mengambil kesimpulan, sebab ada fungsi lain dari bangunan ini selain hanya sekadar balai kota, yaitu sebagai tempat pelaksanaan hukuman mati dan pembantaian massal.

Terdengar ironis ya? Tapi seperti itulah kenyataannya. Salah satu peristiwa sadis yang pernah terjadi di lokasi tersebut yaitu geger pacinan, yang berarti pembunuhan orang Tionghoa. Pada masa itu, terdapat pemberontakan yang dilakukan oleh warga Tionghoa, yang didasari adanya masalah politik dan ekonomi. Akibatnya, banyak masyarakat Tionghoa yang kemudian dibunuh, dan salah satu lokasi yang dijadikan tempat pembunuhan massal yaitu depan balai kota. Gubernur Batavia saat itu yang bernama Adriaan Valcknier memberikan perintah untuk melakukan pembunuhan massal terhadap warga Tionghoa. Ribuan warga diikat dan duduk bersimpuh di depan balai kota, dan kemudian Gubernur mengeluarkan perintah untuk mengeksekusi semua.

Itu hanyalah salah satu peristiwa mengerikan yang pernah terjadi di area museum ini. Sebagai tempat pelaksanaan hukuman mati, masih ada banyak lagi segudang cerita kelam yang pernah terjadi di lokasi tersebut. Namun jangan khawatir, saat ini tidak ada hal apapun yang dapat mengingatkan kita dengan kisah tragis tersebut ketika berkunjung ke sana. Tidak ada lagi pembunuhan, teriakan, atau segala hal mengerikan lainnya. Semua hal tersebut, cukup menjadi sebuah sejarah.

Akan tetapi, melihat banyaknya hal yang pernah terjadi di sini, pastinya akan sangat sayang jika kamu tidak pernah mengunjungi museum ini. Apalagi, bagi kamu yang senang berwisata sejarah.

Selamat berwisata.

Tags: , ,

Leave a Reply

%d bloggers like this: