Sejarah berdirinya Monumen Selamat Datang di Jakarta

Kalau mengaku sebagai warga Jakarta sejati, pasti tahu dong dengan monumen selamat datang? Hmm, mungkin kamu tidak tahu namanya, tapi begitu diberitahu monumen yang mana kamu pasti langsung mengenalnya. Monumen ini adalah monumen yang berdiri tepat ditengah kolam bundaran HI (Hotel Indonesia), yang terletak di depan salah satu hotel in Jakarta, yaitu Hotel Indonesia Kempinsky.

Kamu yang sering melewati lokasi ini atau pernah CFD (Car Free Day) di area ini pasti sudah sangat kenal dengan patung ini, kan? Namun, kamu tahu nggak sih sejarah dari patung ini? Dan mengapa patung ini dinamakan patung selamat datang? Nah, kalau kamu penasaran, langsung kita bahas saja yuk.

Monumen ini adalah patung berbentuk seorang pria dan wanita, yang sedang melambaikan tangan kanannya ke atas sambil tersenyum

patung selamat datang

                      patung selamat datang

lebar. Tangan kiri patung ini direntangkan ke belakang, dan tangan kiri patung wanita sedang membawa karangan bunga. Jika dilihat dari bentuknya, patung ini terlihat seperti pose orang yang memang sedang menyambut kedatangan seseorang. Namun, karena bentuknyalah monumen ini dinamakan monumen selamat datang. Justru, bentuknya dibuat menyesuaikan maksud dan tujuan didirikannya monumen ini, yaitu untuk menyambut kedatangan atlet atau peserta yang berpartisipasi dalam Asean Games IV tahun 1962.

Pada tahun tersebut, Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah untuk ajang olahraga yang diikuti oleh negara-ngara di Asia tersebut. Untuk mempersiapkannya, pada Tahun 1960 Presiden Soekarno meminta pada beberapa perusahaan konstruksi dan tata kota untuk membangun monumen dan juga membangun sebuah stadion yang saat ini dikenal dengan nama GBK (Gelora Bung Karno). Sketsa dari monumen ini didesain oleh Henk Ngantung, yaitu seorang pelukis Indonesia yang saat itu menjabat posisi sebagai Gubernur Jakarta. Sementara itu, konstruksinya sendiri dibangun oleh seorang pemahat Indonesia bernama Edhi Sunarso. Proses pembangunan monumen ini membutuhkan waktu sekitar 1 tahun dan diresmikan pada Tahun 1962.

Tinggi patung ini sekitar 5 meter dari kepala hingga kaki, dan sekitar 7 meter jika dihitung dari ujung tangan yang melambai hingga kaki. Namun, jika ditotal dengan tempat berdirinya monumen ini, maka tingginya mencapai 30 meter. Patung ini menghadap ke utara, yang artinya mereka menyambut kedatangan orang-orang yang datang dari arah Monumen Nasional (MoNas). Dengan adanya patung ini, diharapkan para atlet dan pendampingnya yang datang ke Indonesia saat itu dapat merasakan keramahan sambutan Bangsa Indonesia.

Nah, setelah mengetahui bagaimana sejarah dari patung ini, akan lebih baik jika kita menghargainya. Tidak sulit kok, dengan menjagadan meneruskan tujuan dari pembuatan patung ini, yaitu memberikan sambutan hangat dan ramah kepada tamu (warga asing) yang datang untuk berkunjung ke Indonesia.

Tags: ,

Leave a Reply

%d bloggers like this: