Merawat Anak dengan HIV AIDS

Banyak orang yang akan langsung menilai negatif seorang penderita HIV AIDS. Banyaknya ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) yang disebabkan oleh penggunaan jarum suntik bergantian saat menggunakan narkotika ataupun free sex yang menyebabkan masyarakat memiliki stigma seperti itu. Akibatnya tanpa melihat asal mula penyakit tersebut, ODHA menjadi terkucilkan dari lingkungan bahkan terkadang dari keluarganya sendiri, sehingga sulit untuk mendapatkan perawatan dari Health Care Terbaik.

Padahal tidak selalu ODHA disebabkan oleh hal negatif seperti itu. Apalagi jika penderita HIV AIDS adalah anak-anak.

kesehatan anak

kesehatan anak

Tidak adil rasanya jika seorang anak harus dikucilkan karena virus ini. Namun hal inilah yang umum terjadi di masyarakat.

Yap, anak memang bisa menjadi seorang ODHA yang biasanya disebabkan oleh:

  • Tertular saat dalam kandungan, proses persalinan atau saat menyusui (ibu merupakan ODHA)
  • Tertular oleh lingkungan sekitar
  • Transfusi darah

Bagi Anda yang memiliki anak dengan HIV AIDS, adaa beberapa hal yang harus Anda perhatikan, yaitu:

  • Lakukan pemeriksaan ke dokter anak secara rutin setidaknya 6 bulan sekali. Mungkin anak nantinya akan merasa bosan, namun berikanlah penjelasan opada anak bahwa hal ini wajib untuk dilakukan agar kondisi kesehatannya tidak memburuk.
  • Pada saat kunjungan ke dokter, ceritakan semua hal yang dirasakan oleh anak. Akan lebih baik jika Anda selalu mencatat keluhan apapun yang dirasakan anak dan kemudian melaporkannya pada dokter.
  • Perhatikan segala perkembangan atau perubahan yang terjadi pada anak. Jika anak sudah cukup besar untuk bisa memahami kondisinya, Anda bisa mulai memberikan pengertian tentang penyakit yang dideritanya. Berilah penjelasan secara perlahan tentang beberapa hal di sekitarnya. Seperti anak tidak boleh menggunakan peralatan makan secara bersama-sama dengan orang lain, ketika anak terluka harus segera mendapat penanganan serius meskipun hanya luka kecil, dan berbagai hal lainnya.

Tentunya bukan hal yang mudah bagi sebuah keluarga yang memiliki anak dengan HIV AIDS. Seperti yang telah disebutkan, ODHA cenderung dikucilkan meskipun adalah seorang anak. Banyak orangtua yang meminta anaknya untuk tidak bermain bersama anak dengan HIV AIDS karena takut anaknya tertular. Di sinilah peran orangtua dan keluarga sangat dibutuhkan untuk menguatkan mental anak agar tidak terlalu down menerima perlakukan orang di sekitarnya. (Vita)

Tags: , , ,

Leave a Reply

%d bloggers like this: