Menjadi Motivator yang Sukses

Semakin banyak orang yang berprofesi sebagai motivator di Indonesia. Sebut saja beberapa nama seperti Merry Riana, Mario Teguh, Tung Desem Waringin dan beberapa motivator lainnya yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia. Kisah perjalanan hidup Merry Riana dimana salah satunya ketika kuliah di Universitas Teknologi Nanyang telah dituangkan kedalam sebuah buku biografi yang ditujukan untuk menginspirasi para pembacanya. MD Pictures kemudian mengadaptasi isi cerita dalam buku ini dan kemudian dibuatkanlah sebuah film dengan judul “Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar”. Motivator lainnya yaitu Mario Teguh memiliki sebuah acara tetap yang disiarkan oleh salah satu stasiun televisi swasta dan selalu berhasil menarik minat banyak penonton untuk menyaksikan acara tersebut.

motivator indonesia

motivator indonesia

Kesuksesan para motivator Indonesia tersebut tentu saja tidak lepas dari usaha keras mereka, dan berdasarkan pada ilmu serta pengalaman yang mereka miliki mereka tidak hanya ingin menginspirasi masyarakat luas tetapi juga mengajak masyarakat untuk bergerak melakukan sesuatu. Hal yang dibahas oleh para motivator ini tidak hanya berkisar seputar masalah bisnis saja, tetapi juga berkaitan dengan masalah keluarga, pertemanan, dan berbagai masalah lainnya. Karena itulah para motivator ini tidak hanya diundang sebagai pembicara di perusahaan saja, tetapi juga di sekolah-sekolah.

Menjadi motivator tidaklah sederhana, karena seorang motivator tidak hanya harus mampu untuk berbicara di depan umum saja, tetapi juga mampu untuk mengajak dan mengubah pikiran seseorang agar dapat bangkit dari kehidupan lamanya dan menjadi seseorang yang baru yang penuh semangat untuk mencapai kesuksesan dalam hidup. Kesuksesan ini tentu tidak dapat dilihat dari sisi materi saja, tetapi juga dari sisi psikologis (rasa bahagia dan tenang).

Seorang motivator yang baik dapat mengenali isi hati pendengarnya, tidak hanya berdasarkan pada masalah apa yang disampaikan pendengarnya tetapi berusaha menganalisa permasalahan yang sebenarnya. Dengan menganalisa pendengarnya, maka motivator ini akan lebih mudah dalam memotivasi pendengarnya. Saat memotivasi pendengarnya, seorang motivator juga tidak boleh mempromosikan sesuatu pada pendengarnya. Selain itu, berikan quote-quote yang original kepada para pendengarnya yang berkaitan dengan permasalahan yang sedang di bahas saat itu. (Yv)

Tags: , , , ,

Leave a Reply

%d bloggers like this: