Mengenang Perjuangan Bangsa Melaui Monas

Jika Paris punya Menara yang terkenal yaitu Menara Eiffel, Kota Jakarta juga punya bangunan yang tidak kalah menarik, yaitu Monumen Nasional atau yang sering disingkat menjaadi Monas. Jika kalian berkunjung ke tempat ini, kalian tidak boleh melewatkan untuk naik ke puncak monumen. Dari bagian atas kalian dapat melihat berbagai pemandangan dengan menggunakan teropong, termasuk gedung-gedung perkantoran dan  hotel di Jakarta, serta berbagai pemandangan lainnya. Bahkan kalian juga bisa melihat gunung salak di jawa barat dan kepulauan seribu yang ada di laut jawa jika cuaca sedang cerah.

Monumen ini mulai dibangun pada bulan Agustus 1959 dan diresmikan pada tanggal 17 Agustus 1961. Monumen ini mulai dibuka untuk umum sejak tanggal 12 Juli 1975. Keseluruhan bangunannya dirancang oleh arsitek Indonesia, yaitu Frederich Silaban, Soedarsono, dan Ir. Rooseno. Pembentukan kepanitiaan untuk pembangunan monumen ini didapatkan dari hasil sayrembara yang di adakan sebanyak 2 kali yaitu tahun 1955 dan tahun 1960.

Monumen ini memiliki tinggi 132 meter (dihitung dari dasar bangunan hingga ujung lidah api) dan seluruh bagiannya di lapisi marmer. Pada cawan bagian puncak, terdapat lidah api yang dilapisi emas seberat 35kg (puluhan kg emas merupakan sumbangan dari Teuku Markam, salah seorang saudagar dari Aceh dan pernah menjadi orang terkaya di Indonesia) dan kemudian di tambahkan menjadi 50kgmonas-lrg pada saat perayaan ulang tahun Indonesia yang ke 50 di tahun 1995. Lidah api ini merupakan simbol dari semangat perjuangan rakyat indonesia yang ingin mencapai kemerdekaannya.

Monumen ini di dirikan dengan tujuan mengenang perjuangan rakyat indonesia dalam melawan penjajahan pada masa revolusi kemerdekaan di Tahun 1945. Pada bagian bawah monas terdapat sebuah ruangan yang sangat luas dan di jadikan sebuah museum sejarah perjuangan nasional. Museum ini menampilkan sejarah perjuangan bangsa indonesia . Selain itu, di bagian bawah cawan tugu monas juga terdapat ruang kemerdekaan berbentuk Amphitheater. Di dalam ruangan ini terdapat 4 atribut kemerdekaan Republik Indonesia, yaitu peta kepulauan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),  Bendera sang saka merah putih, Lambang Negara Bhineka Tunggal Ika, dan Pintu Gapura yang berisikan Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Tags: , , , ,

Leave a Reply