Memilih Genset Untuk Rumah Tangga

Solusi mati lampu di kota besar kini memiliki banyak jenis, sebut saja misalnya dengan menggunakan genset. Penggunaan genset kini bukan hanya untuk bangunan-bangunan besar, pabrik, atau hanya pada acara tertentu saja, karena kini genset juga digunakan dalam skala rumah tangga.

Memilih genset untuk rumah tangga bukan hal yang cukup mudah, apalagi jika kita termasuk kurang mengerti mengenai produk

memilih genset

memilih genset

andalan untuk mati lampu ini.

Sebelum memilih genset, ada baiknya beberapa hal ini diperhatikan :

1.Hitung kebutuhan daya yang Anda butuhkan ketika mati lampu, jika saat mati lampu Anda tetap memutuskan menggunakan semua peralatan rumah tangga Anda, maka Anda tinggal menyesuaikan dengan daya listrik dari PLN yang biasa Anda gunakan. Namun, sangat disarankan untuk tidak memakai semua peralatan listrik karena sering mengakibatkan tegangan naik-turun secara terus menerus, ini untuk menghindari terjadinya overload (kelebihan beban) disaat beberapa peralatan tersebut tegangannya naik secara bersamaan ( kulkas, A/C dll). Untuk mempermudah penjumlahan, semua di konversi ke dalam satuan yang sama.

2. Pilih jenis bahan bakar bensin/solar karena mudah didapatkan

3.Tentukan tipe genset yang diinginkan. Genset memiliki 2 tipe, yaitu tipe open (terbuka) dengan suara lebih yang berisik (umumnya tipe ini menggunakan bahan bakar bensin) dengan berpendingin udara, namun ada juga yang menggunakan diesel ( dongfeng, dll )yang dicouple sendiri dengan alternator. Genset tipe open ini umumnya berkapasitas kecil dibawah 10 KVA dan biasanya digunakan di tempat keramaian ( pasar malam/ bazar). Tipe open yang lebih besar sampai dengan ratusan KVA biasanya digunakan oleh gedung perkantoran besar/rumah sakit/hotel dll namun dengan dibuatkan rumah genset.

 

Tipe Silent (tertutup) dengan suara lebih pelan (umumnya berbahan bakar solar) dengan berpendingin air. Untuk perumahan dan kantor di lingkungan padat penduduk, sebaiknya menggunakan tipe silent, untuk menghindari ketidak nyamanan dengan lingkungan sekitar.

4.Perhatikan spesifikasi genset yang dibeli.Kapasitas rated power/prime output biasanya dalam satuan KVA (daya real yang dapat di supply oleh genset tersebut). Jangan terkecoh oleh istilah standby output yang nilainya 10% – 15% diatas rated power / prime output. Pertimbangkan bahwa daya KVA tersebut mempunyai kemampuan output maximal KW sebesar 80% ( misal. kapasitas 50 KVA hanya mampu maximal 40 KW ).

5. Untuk tipe kecil ada yang dilengkapi stater electric dengan menggunakan Accu ada juga yang manual (recoil), kalau anggaran anda mencukupi pertimbangkan menggunakan tipe electric stater, sehingga jika lampu padam siapapun dapat menjalankan.

Perhatian : jangan meletakkan Genset didalam ruangan, karena menghasilkan gas buang yang membahayakan.

6. Jika pilihan tipe yang sesuai sudah ada, mintalah kepada ahlinya untuk membuatkan instalasi yang menghubungkan genset dengan instalasi dari PLN.

7. Pemakaian ATS-AMF akan lebih baik lagi jika mempunyai dana berlebih.

8. Beberapa generator datang dengan garansi. Beberapa penjual memungkinkan Anda untuk membeli garansi atau memperpanjang garansi yang datang dengan generator. Ketika membeli genset, pastikan untuk bertanya tentang jaminan untuk menemukan satu yang sesuai dengan kebutuhan Anda. (Mew)

Tags: , , , ,

Leave a Reply

%d bloggers like this: