Lemak Tidak Membuat Gemuk, Gulalah Penyebabnya

Akar dari semua masalah kesehatan di dunia mungkin bisa disimpulkan pada satu kata: gula. Meskipun sudah menggunakan asuransi kesehatan yang bagus, namun jika kita tidak mengontrol konsumsi gula dalam kehidupan sehari-hari, maka bukan tidak mungkin jika hal tersebut akan berujung pada masalah kesehatan.

Dr. Robert H. Lustig, endocrinologist terkenal di dunia mengatakan bahwa ‘it’s not about obesity, it is about diabetes. Konsumsi gulalah yang akan membunuh kita dan kita tidak bisa melakukan apa pun sampai kita mengubah pola makan kita’. Begitu ungkapnya. Lustig juga mengatakan, selama beberapa decade, masyarakat tampaknya lebih percaya bahwa lemak adalah sesuatu yang harus dihindari. Lemak lah yang membuat kita tidak

manfaat buah

manfaat buah

sehat dan lemak lah yang membuat berat badan kita bertambah.

Sebenarnya, tidak semua lemak mendatangkan masalah. Beberapa lemak memang bertransformasi menjadi kolesterol, namun tak sedikit pula lemak yang berubah menjadi ‘good cholesterol’. Ada makanan-makanan yang mengandung lemak dan bisa menyebabkan penyakit jantung seperti daging olahan, namun juga ada makanan dengan high fat seperti produk olahan susu namun tidak memiliki dampak pada tubuh.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh James DiNicolantonio, Sean Lucan dan James O’Keefe dalam jurnal berjudul Progress in Cardiovascular Diseases berusaha membandingkan antara gula dan lemak. Selain mereka, banyak pula peneliti yang meyakini bahwa gula merupakan penyebab utama untuk kenaikan berat badan. Tingginya asupan gula, terutama ketika tidak diimbangi dengan protein dan lemak, bisa berujung pada kenaikan berat badan dan menaikkan gula darah.

Nah, kemudian hal ini pun menimbulkan pertanyaan: jika mengonsumsi gula bisa berbahaya untuk kesehatan, lantas bagaimana dengan konsumsi buah-buahan?

Kita tetap bisa mengonsumsi buah, asalkan tahu caranya. Ketika kita makan buah, maka yang akan kita dapatkan adalah seratnya. Serat tersebut berfungsi untuk mengontrol penyerapan gula di dalam perut. Berbeda halnya ketika kita mengonsumsi buah dengan cara menjadikanya jus: yang akan kita dapatkan adalah gula dan juga air. Jadi, lebih baik memakannya langsung dibanding meminumnya sebagai jus.

Tags: ,

Leave a Reply

%d bloggers like this: