Klaim Asuransi Tidak Akan Diproses Jika 4 Penipuan Ini Terbukti

Pernah merasa bahwa proses melengkapi dokumen yang dilakukan untuk mendapatkan klaim asuransi cenderung merepotkan? Namun jangan salah, banyaknya data yang perlu diisi pada formulir dan kelengkapan dokumen ketika hendak mengajukan klaim asuransi di Allianz Indonesia atau asuransi manapun dilakukan demi kepentingan dan keamanan bersama.

Tentunya Anda pernah mendengar istilah insurance fraud atau penipuan asuransi bukan? Nah, pihak asuransi akan berusaha semaksimal mungkin agar tidak terjebak dalam kasus penipuan tersebut. Jadi, wajar saja kalau mereka meminta berbagai data dan dokumen sebelum mencairkan klaim asuransi. Berikut inilah beberapa kasus penipuan

klaim asuransi

klaim asuransi

asuransi yang umum terjadi.

  • Memanipulasi klaim

Dalam kasus penipuan ini, pelaku dengan sengaja merekayasa klaim sehingga pihak asuransi akan melakukan pertanggungan. Misalnya pada asuransi kecelakaan diri, pihak tertanggung bisa saja sengaja mencelakai diri sendiri demi mendapatkan cover dari pihak asuransi. Atau dalam asuransi jiwa, fraud yang umum terjadi adalah faked death atau kematian palsu. Ahli waris bisa saja merekayasa kematian pemegang polis sehingga klaim dapat dicairkan.

  • Memalsukan data atau dokumen

Ketika pihak tertanggung memalsukan formulir dan dokumen pendukung, berarti ia sudah melakukan penipuan asuransi. Pada kasus ini, pelaku mungkin bekerja sama dengan pihak tertentu untuk memalsukan dokumen. Misalnya pada asuransi kesehatan, pelaku bisa saja memberikan surat keterangan dokter yang palsu untuk mendukung proses klaim asuransi.

  • Memanipulasi diagnosa

Bahkan jika pemegang polis kesehatan memang benar jatuh sakit, masih ada modus penipuan yang mungkin dilakukan, yaitu manipulasi diagnosa. Pelaku bisa bekerja sama dengan pihak rumah sakit untuk memanipulasi diagnosa dan menaikkan tingkatan jenis tindakan medis yang dilakukan. Dengan demikian, biaya yang perlu ditanggung pihak asuransi pun menjadi lebih tinggi.

  • Memalsukan invoice

Selain itu, ada juga pelaku penipuan yang mencoba mendapatkan keuntungan lebih dengan memalsukan invoice. Biasanya nilai pembelian pada invoice tersebut dibesar-besarkan, sehingga pihak tertanggung dapat meraup keuntungan dari klaim yang diberikan pihak asuransi.

Itulah beberapa penipuan asuransi yang dilakukan demi mendapatkan keuntungan dari klaim asuransi. Padahal, jika pihak asuransi dapat mendeteksi penipuan ini, mereka tentu tidak akan menurunkan klaim. Namun, jika klaim sudah terlanjur diberikan tetapi kemudian terbukti adanya penipuan, pelaku kriminal dapat terkena sanksi hukum yang berat.

 

Tags: 

Leave a Reply

%d bloggers like this: