Kesenian Ludruk di Surabaya

Banyak hal yang bisa digunakan untuk menarik minat wisatawan untuk datang ke kota Surabaya. Misalkan saja banyaknya tempat wisata yang bisa di kunjungi, Surabaya Hotel dengan berbagai fasilitas dan tarif yang bisa dipilih, atau beberapa tempat yang menyimpan sejarah yang menarik minat wisatawan yang menyukai sejarah. Selain beberapa hal diatas ada satu hal lagi yang bisa digunakan, yaitu kesenian khas Surabaya seperti ludruk.

Mungkin beberapa orang sudah mengenal kesenian ludruk. Ludruk adalah salah satu kesenian tradisional dari Jawa Timur yang berbentuk drama tradisional dengan mengambil cerita tentang kehidupan rakyat sehari-hari, cerita perjuangan dan sebagainya yang diiringi dengan musik dari gamelan. Kesenian ini bisa di tampilkan di panggung oleh sebuah grup kesenian. Ada 2 versi mengenai asal mula nama ludruk, versi yang pertama yaitu berasal dari kata molo-molo (mulutnya penuh dengan tembakau sugi dan hendak dibuang dan keluar kata-kata yang membawa kidung/dialog) dan gedrak-gedruk (kaki yang menghentak-hentak pada saat menari di pentas). Sementara versi yang kedua berasal dari kata gela-gelo (menggeleng-gelengkan kepala saat menari) dan gedrak-gedruk.

kesenian ludruk

kesenian ludruk

Berdasarkan pada asal katanya bisa terlihat bahwa terdapat 2 unsur dalam pertunjukkan ini, yaitu unsur verbal dan visual. Unsur verbal yang digunakan dalam ludruk terbagi 2, yaitu dialog dan nyanyian. Biasanya pada beberapa bagian dialog akan diselingi dengan lawakan untuk membuat penontonnya tertawa. Dialog dalam ludruk dibuat dengan bahasa yang lugas agar mudah dipahami oleh kalangan nonintelek dan bersifat menghibur dengan ciri khas Surabaya. Untuk unsur visual terdiri atas dua macam, yaitu tarian dan adegan saat di pentas. Gerakan yang dilakukan oleh pemain ludruk pada dasarnya tidak berbeda dengan pementasan teater pada umumnya, hanya saja pada ludruk gerakan atau adegan dapat kita temui juga tidak hanya pada saat cerita sedang berlangsung tetapi juga pada saat kidungan (nyanyian) saat awal pertunjukan sebelum cerita di mulai. Gaya tampil yang khas dari para pemain ludruk membuat pertunjukkan ludruk menjadi semakin menarik, ditambah dengan gerakan dagelanĀ  untuk menghibur penonton sebagai rangkaian kidungan.

 

 

Tags: , ,

Leave a Reply

%d bloggers like this: