Hukum Asuransi Syariah Menurut Islam

Banyak masyarakat yang mulai merasa mereka membutuhkan asuransi untuk sebagai jaminan hidup mereka dimasa depan. Ada yang memilih asuransi konvensional, ada juga yang memilih Asuransi Syariah. Asuransi yaitu mekanisme pemindahan resiko kepada pihak lain yang menjamin kompensasi secara penuh ataupun sebagian jika terjadinya suatu hal diluar kendali pihak tertanggung (nasabah asuransi)  yang menyebabkan kerugian atau kerusakan. Selama pihak nasabah membayar premi yang telah ditetapkan dan peristiwa yang terjadi memenuhi persyaratan ganti rugi (bukan peristiwa yang disengaja atau akibat kelalaian), maka pihak Asuransi akan menggantikan kerugian yang dialami oleh nasabah.

Asuransi yang saat ini mulai banyak digunakan oleh masyarakat yaitu Asuransi Syariah, yaitu asuransi yang menggunakan prinsip saling tolong menolong, saling menjamin dan bekerjasama antar nasabahnya dengan cara mengeluarkan dana tabarru’ yang nantinya

asuransi syariah

asuransi syariah

akan dikelola sesuai prinsip syariah untuk menghadapi resiko tertentu. Prinsip dasar dalam asuransi ini sebenarnya sama dengan asuransi konvensional, yaitu menanggulangi resiko yang terjadi pada pihak nasabah. Yang membedakan antara keduanya ada pada proses pengelolaan dana nasabah, akad (perjanjian), kepemilikan dana, objek dan investasi dana. Dasar hukum yang digunakan oleh asuransi syariah dalam mengelola asuransi ini dan dana didalamnya adalah berdasar pada nilai-nilai dalam  Al Qur’an  dan Sunnah Rasul.

Akad dalam asuransi ini termasuk dalam akad tabarru’ atau secara sukarela. Tujuannya adalah saling bekerjasama dalam menghadapi bahaya, ikut memikul tanggung jawab ketika terjadi bencana. Ini merupakan Informasi Penting Sebelum Memilih Asuransi dari banyaknya perusahaan asuransi yang ada di Indonesia.

Kelompok asuransi ini tidak bersifat komersil dengan mencari keuntungan dari harta orang lain, melainkan bertujuan untuk meringankan beban pihak yang terkena bencana. Dalam asuransi ini juga tidak mengenal spekulasi, ketidakpastian dan perjudian, jumlah yang diterima oleh pihak nasabah ketika terjadi resiko tidak diketahui awalnya karena pada dasarnya nasabah yang tergabung dalam asuransi ini merupakan donatur.

Asuransi ini tidak bersifat riba, dan uang yang dikumpulkan dalam asuransi ini juga tidak diinvestasikan pada lembaga keuangan yang bersifat riba. Jumlah yang diterima pihak yang terkena bencana tidak pasti karena jumlahnya bergantung pada donatur.

Tags: , , ,

Leave a Reply

%d bloggers like this: