Gunakan Colocation, Biaya Operasional Jauh Lebih Efesien

Maraknya penggunaan colocation Jakarta dan di Indonesia kini mulai dilirik oleh para pemilik bisnis lainnya, bukan hanya bisnis online namun juga untuk bisnis offline pun kini sudah mencobanya. Tidak hanya sekedar banyaknya yang menggunakan fasilitas ini namun kini penggunaan fasilitas clolocation sudah menjadi sebuah trend bisnis baru. Fasilitas colocation yang mampu melakukan proses remote sekaligus managed IT service, RMIT bahkan layanan cloud.

Seiring perkembangan yang kian terus meningkat, ini juga mengakibatkan kompleksitas baik dari segi operasional.

collocation indonesia

collocation indonesia

Namun segi biaya juga menjadi hal yang paling penting dalam sebuah perusahaan. Penggunaan colocation ini bisa jadi solusi terbaik untuk perusahaan. Dengan memilih colocation, perusahaan bisa memangkas biaya operasional dengan lebih efisien.  Jadi tidak heran bila ada kalimat yang mengatkan bahwa fasilitas colocation mampu membantu UKM bersaing, bahkan perusahaan start up sekalipun.

Melihat kebutuhan akan fasilitas colocation, kini sudah banyak jaringan yang memberikan pelayanan colocation di benua Asia khususnya Asia Pasifik , yang sudah mulai berkembang dan banyak memperluas jaringan ke luar benua Asia. Bahkan beberapa colocation yang berbasis Asia berhasil merajai bisnis di sebuah negara. Saat ini sudah terdapat hingga 200 data center colocation di benua Asia, dengan India menjadi provider colocation terbesar dengan kepemilikan 77 data center. Kemudian menyusul Jepang (37 data center), Hongkong (28 data center) yang berada pada urutan kedua dan ketiga. Bahkan beberapa negara seperti Singapura, China, Australia, Malaysia, dan juga Indonesia menjadi target market para provider  colocation dunia.

Meskipun perkembangan dan kebutuhan yang sedemikian tersebut, ternyata tidak seluruhnya provider data center yang tertarik dan memilih untuk menggunakan layanan colocation. Disebutkan dalam laporan yang dikumpulkan oleh Data Center Knowledge pada tahun 2012 silam, ternyata ada sebanyak 49% yang justru menggunakan layanan colocation tidak secara menyuluruh atau hanya sebagian saja. Survei ini juga menemukan fakta bahwa 3% justru sedang mempelajari mengenai konsep colocation, dan 9% sudah memiliki rencana untuk mengaplikasikan teknologi colocation meskipun hanya 24 bulan saja. Fakta mencengangkan justru ada 38% yang mengungkapkan bahwa tidak akan menggunakan teknologi colocation ini untuk bisnis yang dikelolannya.

Tags: , ,

Leave a Reply

%d bloggers like this: